Tuhan Terimakasih Atas Kelengkapan ini
Pagiku cerah, matahari bersinar. (Haha, nanyi ya?)
Pagi ini, pagi yang haru. Pagi yg memulihkan kesadaran dan menguatkan keyakinanku bahwa sesungguhny Allah sungguh adil.
Pagi tadi di saat ku sedang berbelanja , saat sedang melihat2 barang yg akan ku beli sesuai pesanan ibu kos. Tiba2 mataku tertarik lalu menoleh apa yang sedang d cari oleh seseorang d sebelahku. Memang apa yg menarik?
Aku sblmnya pernah melihat org tersebut ketika berbelanja d kiosnya dan seringkali melihatnya d tempat2 lain sepert saat d masjid.
Aku tertarik bukan dengan apa yang d beli tapi apa alasannya berbelanja. Karena setauku dia punya kios sendiri di pinggir jalan. Yang membuatku haru adalah. Adalah melihat bagaimana tegar dan bersyukurnya ia.
Mohon maaf sebelumnya, beliau (org diatas) memiliki keterbatasan atau kasarnya d sebuat difabel/cacat. Beliau tidak bisa berjalan dengan baik dan memegang dengan sempurna. Keterbatasan itu yang membuatku gugup sebab aku yang lengkap ini mungkin tidak mungkin setegar dan seaktif ia.
Sepertinya beliau berbelanja untuk melengkapi isi kiosnya. Mengharukannya lagi, beliau hanya berjalan kaki dari kiosnya. Yang kurasa beliau memenuhi kebutuhan hidupnya dari kiosnya. Di balik keterbatasan ia tidak berpangku tangan. Ia mampu berjuang walau berjalan saja terlihat kesulitan.
Aku perlu mencontohnya. Aku hendaknya harus selalu bersyukur. Aku lupa bahwa ada banyak yang tidak selengkap. Belajar dari beliau aku mengerti syukur yang sesungguhnya, tanpa berbicara beliau mampu membisikan hatiku. Tanpa melihatku beliau bisa mengetuk hatiku.
Ya Allah, hari ini. Aku mohon maaf, aku seringkali khilaf. Ya Allah. Terimakasih tlah menciptakanku, terimakasih tlah memberiku hati, terimakasih menghendaki hati ini untuk merasa. Terimakasih Ya Allah Atas Kelengkapan Ini. ☺
Post a Comment